bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 04:53 WIB

Australia Beri Subsidi Pemasangan Panel Surya untuk Sektor Usaha

Redaksi 06 Agustus 2026 11 views
Australia Beri Subsidi Pemasangan Panel Surya untuk Sektor Usaha
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pemerintah Australia menunjukkan komitmennya dalam mempercepat transisi energi dengan menawarkan diskon pemasangan panel surya di atap. Potongan harga yang diberikan mencapai sekitar 20 persen dan ditujukan bagi berbagai sektor usaha, termasuk pabrik, pergudangan, serta lahan pertanian.

Langkah ini merupakan perluasan dari program subsidi panel surya dan baterai yang sebelumnya hanya diperuntukkan bagi rumah tangga. Kebijakan serupa sebelumnya terbukti efektif dalam meningkatkan minat pemasangan panel surya, menambah pasokan energi ramah lingkungan, dan mengurangi ketergantungan negara tersebut pada pembangkit listrik tenaga batu bara.

Data pemerintah Australia mencatat bahwa sekitar sepertiga rumah tangga di negara tersebut telah memasang panel surya, yang kini berkontribusi sekitar 10 persen terhadap total kebutuhan listrik nasional. Hal ini menempatkan Australia sebagai negara dengan tingkat penggunaan panel surya di rumah tangga tertinggi di dunia.

Menteri Perubahan Iklim dan Energi Australia, Chris Bowen, menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan subsidi untuk sistem instalasi dengan kapasitas yang jauh lebih besar dari batas maksimal sebelumnya, yaitu hingga 1 Megawatt (MW). Menurutnya, kebijakan ini akan memangkas biaya pemasangan bagi bangunan komersial, industri, dan pertanian sekitar 20 persen, yang merupakan penghematan investasi signifikan dan berdampak langsung pada penurunan biaya energi.

Lebih lanjut, Bowen juga telah menginstruksikan Komisi Pasar Energi Australia (Australian Energy Market Commission) untuk mempercepat proses perizinan dan persetujuan terkait program ini.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.