bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 05:50 WIB

Makam Kuno Berusia 2.400 Tahun di Turki Diduga Milik Pegulat

Redaksi 18 Agustus 2026 4 views
Makam Kuno Berusia 2.400 Tahun di Turki Diduga Milik Pegulat
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sebuah makam berusia sekitar 2.400 tahun telah ditemukan oleh sekelompok arkeolog di kota kuno Aspendos, Turki. Temuan ini diduga kuat sebagai makam seorang atlet gulat dari periode Klasik.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, menyatakan bahwa dugaan ini didasarkan pada penemuan berbagai artefak di dalam makam. Artefak tersebut, termasuk koin berukir gambar pegulat, mengindikasikan bahwa sosok yang dimakamkan kemungkinan memiliki keterkaitan erat dengan dunia olahraga, khususnya gulat.

Tim arkeolog menemukan kerangka dan artefak tersebut di dalam sebuah peti mati batu berbentuk kotak saat melakukan penggalian di salah satu area pemakaman di luar Aspendos. Perkiraan usia makam ini adalah antara 475 hingga 300 SM.

Aspendos sendiri adalah kota Greco-Roman yang didirikan oleh pemukim Yunani pada abad kelima SM. Kota ini dikenal memiliki arena gimnasium dan stadion megah yang mampu menampung ribuan penonton untuk berbagai ajang olahraga, termasuk gulat.

Keterkaitan Aspendos dengan olahraga gulat juga diperkuat oleh temuan koin perak lokal yang dicetak dengan gambar dua pegulat. Koin-koin ini, yang dikenal sebagai 'starter', dicetak selama lebih dari satu abad, menunjukkan signifikansi historis dan budaya gulat bagi masyarakat Aspendos.

Meskipun demikian, para ahli masih memerlukan analisis lebih lanjut untuk memastikan secara pasti apakah jenazah di dalam makam tersebut benar-benar seorang pegulat. Sejarawan Sarah E. Bond dari University of Iowa mengingatkan bahwa temuan koin saja belum cukup sebagai bukti definitif, mengingat koin tersebut juga beredar luas sebagai alat pembayaran di kalangan masyarakat umum.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.