bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Bahlil Lahadalia belum memaparkan target kerja setelah dilantik sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi. Ia mengatakan akan lebih dulu melaporkan penugasan barunya kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum membahas program yang akan dijalankan.
Bahlil juga tetap menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia menyatakan akan menjalankan kedua tanggung jawab tersebut sebagai amanah dan bentuk pengabdian kepada Indonesia.
Ketika ditanya mengenai sasaran kerja dalam tiga bulan pertama, Bahlil belum menjelaskan program yang akan diprioritaskan. Ia mengatakan bekerja setiap hari dan tidak menetapkan target berdasarkan periode tiga bulanan.
Bahlil menjelaskan bahwa hilirisasi dan transisi energi merupakan program prioritas yang perlu ditangani secara terpadu. Menurutnya, kondisi geopolitik dan dinamika ekonomi dunia, serta meningkatnya kebutuhan energi bersih, menjadi bagian dari pertimbangan dalam menjalankan agenda tersebut.
Ia menyebut kedua agenda itu memerlukan koordinasi yang komprehensif dan terukur, bukan penanganan secara parsial. Bahlil juga belum merinci kementerian dan lembaga yang akan berada di bawah koordinasi kementerian koordinator tersebut, dan mengatakan akan memeriksa ketentuannya dalam peraturan presiden.