bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Bahlil Lahadalia mendapat sejumlah pertanyaan dari awak media setelah dilantik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Pertanyaan disampaikan saat konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).
Salah satu hal yang ditanyakan adalah program prioritas kementerian koordinator yang dipimpinnya. Bahlil menjawab bahwa dirinya baru dilantik dan akan menyampaikan laporan setelah mulai bekerja. Sebelumnya, ia meminta wartawan mengajukan pertanyaan ringan karena belum menjalankan tugas sebagai Menko.
Ditanya soal rencana kerja tiga bulan ke depan, Bahlil mengatakan pekerjaannya tidak berpatokan pada target per kuartal. Ia menyatakan akan bekerja dan berpikir setiap hari.
Bahlil juga berjanji berupaya menjalankan kedua jabatan yang diembannya dengan sebaik-baiknya. Ia menyebut tugas tersebut sebagai bentuk pengabdian dan kesempatan untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.
Meski demikian, Bahlil mengaku belum mengetahui kementerian dan lembaga yang berada di bawah koordinasinya. Ia mengatakan perlu memeriksa Peraturan Presiden terlebih dahulu.
Pembentukan kementerian koordinator tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024–2029.