bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 09:59 WIB

Bank Jakarta Prioritaskan Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Tantangan Industri Keuangan

Redaksi 30 Juni 2026 3 views
Bank Jakarta Prioritaskan Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Tantangan Industri Keuangan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Bank Jakarta mengambil langkah strategis untuk mengedepankan pertumbuhan yang sehat dan berkualitas di tengah meningkatnya tekanan biaya dana serta dinamika industri keuangan yang semakin menantang. Perseroan memilih untuk tidak melakukan ekspansi agresif, melainkan lebih selektif dalam mengembangkan bisnisnya.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menyatakan bahwa perusahaan tidak akan mengejar pertumbuhan yang tinggi dalam kondisi pasar yang penuh ketidakpastian. Fokus utama kini diarahkan pada peningkatan kualitas aset dan keberlanjutan bisnis. "Kita enggak kejar-kejaran nyari pertumbuhan besar, tetapi yang kita kejar adalah pertumbuhan yang sehat dan berkualitas," ujar Agus dalam acara Investor Day 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurut Agus, industri perbankan saat ini menghadapi tantangan baru, khususnya kenaikan biaya dana yang berpotensi menekan kinerja. Ia mengungkapkan bahwa bunga deposito dalam lelang dana sempat mencapai 11,5 persen, yang mengindikasikan peningkatan tekanan pada biaya penghimpunan dana. "Ini sudah warning bagi perbankan. Artinya cost of fund perbankan ini akan naik sangat signifikan ke depan," katanya.

Meskipun menghadapi tekanan tersebut, Bank Jakarta tetap menyiapkan strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis sembari mempertahankan kualitas portofolio. Salah satu langkah yang diambil adalah diversifikasi sumber pendanaan, termasuk mengoptimalkan dana murah dari ekosistem Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Agus menilai fundamental industri perbankan nasional masih kuat, yang tercermin dari pertumbuhan kredit yang tetap positif, tingkat permodalan yang tinggi, likuiditas yang terjaga, serta rasio kredit bermasalah yang masih terkendali. "Persoalannya sebenarnya bukan di fundamentalnya, tetapi medan permainannya berubah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, industri keuangan dihadapkan pada berbagai faktor eksternal seperti pandemi, konflik geopolitik, hingga perubahan kebijakan perdagangan global yang memengaruhi pasar. Untuk menjawab perubahan ini, Bank Jakarta terus melakukan transformasi di berbagai lini, mulai dari penguatan bisnis, digitalisasi, manajemen risiko, hingga pembentukan budaya kerja.

Agus juga menekankan pentingnya perubahan perilaku nasabah dalam transformasi industri perbankan. Masyarakat kini lebih mempertimbangkan kemudahan, kecepatan, keamanan, serta ekosistem layanan yang ditawarkan. "Orang itu sudah enggak melihat bank itu dari produknya, tapi dari seberapa mudah, murah, cepat, aman layanan atau bahkan ekosistem yang ditawarkan oleh bank itu sendiri," katanya.

Dengan strategi pertumbuhan yang selektif dan transformasi berkelanjutan, Bank Jakarta optimistis dapat menjaga kinerjanya tetap sehat sekaligus meningkatkan daya saing di tengah perubahan lanskap industri keuangan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.