bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 09:57 WIB

Belarus Ajukan Permintaan Pasokan Kakao dan CPO dari Indonesia

Redaksi 30 Juni 2026 7 views
Belarus Ajukan Permintaan Pasokan Kakao dan CPO dari Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Belarus telah menyampaikan permintaan kepada Indonesia untuk memasok kakao sebanyak 120 ribu ton dan minyak sawit mentah (CPO) sebesar 14 ribu ton setiap tahunnya. Permintaan ini disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian dan Pangan Belarus Yuri Nikolaevich Gorlov bersama Putra Kedua Presiden Belarus Dmitry Lukashenko kepada Menteri Pertanian Indonesia Andi Amran Sulaiman.

Menurut Menteri Amran, permintaan CPO dari Belarus merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor komoditas pertaniannya. Sementara itu, untuk komoditas kakao, Belarus secara spesifik mengajukan kebutuhan 10 ribu ton per bulan, yang jika diakumulasikan menjadi 120 ribu ton per tahun. Menteri Amran menyatakan bahwa pemerintah Indonesia saat ini sedang berupaya meningkatkan produksi kakao secara masif untuk memenuhi permintaan pasar internasional.

Selain fokus pada perdagangan kakao dan CPO, kedua negara juga sepakat untuk memperkuat kerja sama di sektor mekanisasi pertanian. Belarus diakui memiliki keunggulan dalam pengembangan alat dan mesin pertanian, sehingga kolaborasi ini diharapkan dapat saling menguntungkan melalui transfer teknologi.

Meskipun demikian, kerja sama perdagangan yang dibahas dalam pertemuan tersebut sementara waktu difokuskan pada komoditas kakao dan CPO. Pembahasan mengenai ekspor beras belum menjadi agenda utama dalam pertemuan tersebut. Realisasi kerja sama perdagangan ini nantinya akan dijalankan melalui mekanisme antarpemerintah (G2G) maupun antarpelaku usaha (B2B).


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.