bytedaily - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memacu progres pembangunan Bendungan Cijurey dan Cibeet di Jawa Barat, dengan target penyelesaian pada periode 2027 hingga 2028. Langkah ini diambil sebagai respons mendesak terhadap ancaman banjir yang terus membayangi wilayah hilir Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, khususnya Kabupaten Karawang dan Bekasi, yang dalam tujuh tahun terakhir merugi hingga Rp5,6 triliun.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan bahwa penyelesaian kedua bendungan ini krusial untuk menekan risiko banjir. Bendungan Cijurey, yang progres fisiknya telah mencapai 37,20 persen per 10 April 2026, diproyeksikan mampu mereduksi banjir hingga 59,33 persen dan melayani irigasi seluas 2.047 hektare. Sementara itu, Bendungan Cibeet, meski menghadapi tantangan pembebasan lahan baru 7,9 persen, memiliki kapasitas tampung lebih besar dan direncanakan sebagai bagian integral dari sistem pengendalian banjir DAS Citarum Hilir yang terintegrasi, serta mendukung ketahanan air, energi, dan pangan.
Pembangunan kedua bendungan ini merupakan solusi struktural jangka panjang yang diharapkan mampu mereduksi banjir hingga 80 persen untuk periode ulang 5 tahunan dan menekan potensi kerugian ekonomi hingga Rp16 triliun dalam 25 tahun mendatang. Kementerian PU terus mengupayakan percepatan melalui koordinasi lintas sektor, akselerasi pembebasan lahan, dan optimalisasi konstruksi di lapangan demi menghadirkan rasa aman dari banjir bagi masyarakat Karawang dan Bekasi.