bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat melaporkan stok beras premium di sejumlah gerai ritel menurun. Ketua Aprindo DPD Jawa Barat Yudi Hartanto menduga kondisi itu dipicu terbatasnya pasokan dari distributor.
Pantauan di kawasan Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, menemukan beras premium tidak tersedia di beberapa minimarket, antara lain Alfamart, Oi Save, dan Yomart.
Yudi mengatakan sejumlah anggota Aprindo di daerah telah melaporkan penurunan stok, terutama untuk beras premium. Menurut dia, beberapa distributor yang biasanya memasok ritel kini mengurangi pengiriman atau tidak mengirim secara rutin. Akibatnya, pasokan gerai lebih banyak bergantung pada Bulog.
Namun, volume dan frekuensi pasokan Bulog dinilai belum mencukupi kebutuhan penjualan. Yudi mencontohkan, kebutuhan sebuah gerai dapat mencapai 400 kemasan beras ukuran lima kilogram untuk sepekan, sedangkan kiriman yang diterima berkisar 100 hingga 200 kemasan. Pasokan yang sebelumnya mencukupi kebutuhan satu pekan kini disebut hanya bertahan dua hingga tiga hari.
Yudi memperkirakan pasokan dari distributor turun sekitar 60 hingga 70 persen. Ia mengatakan Aprindo Jawa Barat memiliki 33 anggota ritel dan 21 anggota grosir, tetapi belum mengetahui penyebab pasti berkurangnya pasokan dan perlu memeriksanya kepada pemasok atau distributor.
Ia menyebut beras medium dinilai lebih banyak tersedia, sementara ritel modern sementara hanya dapat menjual beras premium yang kini mengalami kekosongan. Yudi berharap Bulog dapat membantu memperlancar pasokan. Menurutnya, terdapat sekitar 1.000 gerai minimarket di Bandung Raya dan 8.000 gerai di Jawa Barat.