bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Gizi Nasional (BGN) dan Japan International Cooperation Agency (JICA) mengembangkan program percontohan untuk mempelajari penyelenggaraan makan sekolah di Jepang dan memperkaya pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program bernama MBG-JICA Pilot itu mengkaji pendekatan shokuiku, yaitu pendidikan pangan dan gizi yang mencakup pengetahuan serta pengalaman praktis bagi siswa. Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea mengatakan pembelajaran dari Jepang dapat menjadi referensi untuk memperkaya pengalaman siswa dalam program makan di sekolah.
Sejumlah aspek yang akan dikaji meliputi pengurangan sampah dan sisa makanan, pengiriman serta penyajian makanan, keterlibatan siswa dalam kegiatan makan, dan pendidikan pangan serta gizi.
Program percontohan tersebut memiliki dua komponen. Shokkan Trial dilaksanakan pada tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meninjau pengalaman penyediaan layanan makanan. Adapun Shokuiku Activities di sekolah bertujuan memperkuat pemahaman siswa tentang makanan dan gizi.
Prima mengatakan BGN ingin mempelajari keterkaitan proses di SPPG dengan pengalaman anak saat menerima dan mengonsumsi makanan di sekolah. Hasilnya diharapkan dapat membantu mengidentifikasi aspek yang mendukung peningkatan kualitas layanan dan edukasi pangan serta gizi.
BGN juga mempelajari pengalaman Jepang dalam penyelenggaraan makan sekolah yang telah berlangsung lebih dari 100 tahun. Menurut Prima, praktik di Jepang tidak akan seluruhnya diterapkan secara langsung. BGN akan mengkaji esensi dan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik pelaksanaan MBG di Indonesia.