bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan klarifikasi mengenai informasi yang beredar tentang pembukaan 13 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sudaryono menegaskan bahwa angka tersebut tidak berarti seluruh dapur akan segera dioperasikan dalam waktu dekat.
Penjelasan ini disampaikan menyusul ramainya perbincangan di media sosial yang menyebutkan pemerintah akan membuka 13 ribu dapur MBG baru, setelah sebelumnya ada penutupan ratusan dapur yang bermasalah. Sudaryono menjelaskan bahwa data yang ada saat ini mencatat lebih dari 13 ribu dapur yang statusnya sudah ada, baik yang baru terbentuk maupun yang sudah selesai.
Menurut Sudaryono, BGN saat ini sedang melakukan pemadanan data lokasi dapur tersebut dengan data prevalensi stunting dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Proses ini bertujuan untuk menentukan dapur mana yang akan diprioritaskan untuk beroperasi lebih dulu. Data tersebut akan diintegrasikan dengan wilayah yang memiliki angka stunting tinggi dan sangat tinggi.
Dari hasil pemadanan data tersebut, BGN telah mengidentifikasi sekitar 1.700 dapur yang siap beroperasi dan berlokasi di daerah dengan tingkat stunting tinggi dan sangat tinggi. Sudaryono menekankan bahwa pengoperasian dapur-dapur ini akan dilakukan secara bertahap, tidak serentak.
Pada tahap awal, BGN menargetkan untuk mengaktifkan sekitar 300 dapur pada pekan depan, dan akan dilanjutkan secara bertahap pada pekan-pekan berikutnya. Proses ini dilakukan untuk memastikan seluruh 13 ribu dapur yang ada dapat beroperasi sesuai kebutuhan dan dipetakan dengan baik.