bytedaily - Menurut laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat serangkaian gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Bandung beserta wilayah sekitarnya sejak Rabu, 16 September hingga Kamis, 17 September pagi.
Selama periode tersebut tercatat sebanyak 42 kejadian gempa, dengan magnitudo tertinggi mencapai M3,1.
Data terbaru pada Kamis, 17 September, menunjukkan gempa kembali terjadi pada pukul 04.59 WIB dengan magnitudo M2,6. Gempa tersebut berpusat pada koordinat 7,22 ° Lintang Selatan dan 107,60 ° Bujur Timur.
BMKG menjelaskan bahwa pusat gempa berada di daratan, sekitar 23 kilometer di sebelah selatan Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 3 kilometer. Rangkaian gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif, sehingga tergolong gempa dangkal.
Gempa M2,6 dirasakan di wilayah Pangalengan dan Kartasari dengan intensitas III pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI), yang ditandai dengan getaran terasa kuat di dalam rumah seperti kendaraan berat melintas.
Sampai saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang belum berasal dari kanal resmi.
Sebelumnya, BMKG telah mengumumkan gempa M2,6 di Kabupaten Bandung melalui akun X resmi mereka, menegaskan kembali lokasi episenter, kedalaman, serta intensitas yang dirasakan.