bytedaily
Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:31 WIB

BMKG Catat Suhu Maksimum di Atas 35° Celsius di Sejumlah Wilayah Indonesia

Redaksi 19 Agustus 2026 3 views
BMKG Catat Suhu Maksimum di Atas 35° Celsius di Sejumlah Wilayah Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia telah mencatat suhu maksimum di atas 35 derajat Celsius dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini terjadi bersamaan dengan meluasnya musim kemarau dan penguatan fenomena El Nino.

Berdasarkan data BMKG yang dikumpulkan dari 17 Agustus pukul 07.00 WIB hingga 18 Agustus pukul 07.00 WIB, suhu maksimum tertinggi tercatat di Stasiun Geofisika (Stageof) Lampung Utara mencapai 38 derajat Celsius. Posisi kedua ditempati oleh Stasiun Meteorologi (Stamet) Nanga Pinoh di Kalimantan Barat dengan suhu maksimum 36,8 derajat Celsius, diikuti oleh Stamet Tjilik Riwut di Kalimantan Tengah yang juga mencatat suhu 36,8 derajat Celsius.

BMKG mengemukakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini didominasi oleh cuaca panas dan kering, seiring dengan masuknya musim kemarau di banyak daerah. Pada Dasarian I Agustus 2026, tercatat sebanyak 535 Zona Musim (ZOM) atau 76,5 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

Selain itu, indikasi El Nino yang kuat juga mulai terasa dengan nilai anomali suhu muka laut di Samudra Pasifik timur (Nino 3.4) yang berada di atas +2 derajat Celsius. Fenomena El Nino ini berpotensi menyebabkan berkurangnya curah hujan dan musim kemarau yang lebih kering.

Penyebab lain dari penguatan El Nino kategori kuat adalah anomali suhu muka laut di Samudra Hindia bagian barat dan timur, yang ditunjukkan oleh indeks Indian Ocean Dipole (IOD) pada rentang positif 0,63. Indeks ini mengindikasikan pergerakan suplai air dari wilayah barat Indonesia menuju pesisir timur Afrika. Kombinasi dari faktor-faktor tersebut menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering dari kondisi normalnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.