bytedaily
Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Menteri Kehutanan: El Nino 2026 Diprediksi Lebih Kuat dari 2015

Redaksi 19 Agustus 2026 3 views
Menteri Kehutanan: El Nino 2026 Diprediksi Lebih Kuat dari 2015
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyatakan bahwa fenomena El Nino yang terjadi tahun ini diprediksi memiliki intensitas lebih tinggi dibandingkan dengan kejadian serupa pada tahun 2015. Pernyataan ini disampaikan Antoni dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (18/8).

Menurut Antoni, pemerintah secara intensif berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk terus memantau perkembangan El Nino. Ia mengungkapkan bahwa data BMKG per hari ini menunjukkan intensitas El Nino yang lebih kuat dari tahun 2015.

Berdasarkan data BMKG yang dirujuk, El Nino saat ini berada pada kategori sangat kuat dengan indeks Nino 3.4 mencapai +2,75. Kondisi ini mengindikasikan suhu muka laut di Samudra Pasifik yang lebih hangat dari rata-rata normal, yang berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan di Indonesia. Lebih lanjut, ancaman ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan prediksi masuknya Indian Ocean Dipole (IOD) ke fase positif pada periode September-November 2026, yang berarti potensi berkurangnya curah hujan di berbagai wilayah Indonesia semakin besar.

Antoni menjelaskan bahwa fenomena El Nino dapat menyebabkan kondisi cuaca yang lebih panas dan kering dalam durasi yang lebih lama. Hal ini secara signifikan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memperbesar potensi munculnya asap. Sebagai bukti, citra sebaran asap pada 16 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB mendeteksi keberadaan asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan.

Untuk memitigasi potensi perluasan karhutla akibat El Nino yang semakin kuat, pemerintah menekankan pentingnya penguatan koordinasi antarpihak. Antoni juga mengingatkan masyarakat dan korporasi untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama dalam kondisi cuaca yang panas dan kering. Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sekecil apapun sumber api, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan, karena dapat memicu kebakaran.

Sebagai perbandingan, fenomena El Nino pada tahun 2015 juga memberikan dampak signifikan, termasuk musim kemarau yang berkepanjangan dan kering. Data NASA menunjukkan bahwa perubahan pola cuaca akibat El Nino pada tahun tersebut menyebabkan penurunan curah hujan yang cukup berarti di berbagai wilayah Indonesia, yang kemudian memperparah karhutla dan menghasilkan kabut asap tebal yang mengganggu kualitas udara serta aktivitas masyarakat dan transportasi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.