bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, suara dentuman misterius terdengar pada Selasa malam (8 September) di wilayah Malang Raya, Jawa Timur, dan diperkirakan berasal dari Gunung Semeru.
Awalnya warga mengira bunyi tersebut berasal dari sound system atau aktivitas konstruksi, namun penyebaran suara yang hampir bersamaan di beberapa kecamatan yang berjauhan menimbulkan dugaan lain.
Menurut data yang disampaikan oleh Detik, dentuman terdengar di kawasan perkotaan seperti Blimbing, Bumiayi, Lowokwaru, Lawang, hingga Bululawang, Kabupaten Malang.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa bunyi keras itu tidak terkait dengan gempa tektonik maupun sambaran petir. Hasil pemantauan alat BMKG pada sekitar pukul 22.00 WIB tidak menunjukkan adanya aktivitas seismik atau atmosferik ekstrem yang dapat menimbulkan dentuman.
Ricko menambahkan bahwa BMKG telah berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru milik PVMBG. Dari hasil koordinasi tersebut diketahui bahwa Gunung Semeru dalam beberapa minggu terakhir mengalami peningkatan tekanan gas vulkanik.
Peningkatan tekanan gas tersebut dapat memicu timbulnya suara dentuman atau gemuruh yang terdengar hingga jarak yang cukup jauh.
Dengan demikian, Stasiun Geofisika BMKG Malang memastikan bahwa suara dentuman di Malang Raya merupakan fenomena vulkanik yang berhubungan dengan dinamika Gunung Semeru, bukan akibat gempa bumi atau petir.