bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 09:54 WIB

BMKG Jelaskan Penyebab Gempa M7,7 di Filipina dan Potensi Tsunami

Redaksi 08 Juni 2026 11 views
BMKG Jelaskan Penyebab Gempa M7,7 di Filipina dan Potensi Tsunami
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Menurut informasi dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang terjadi di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin pagi pukul 06.37 WIB disebabkan oleh aktivitas subduksi lempeng.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu oleh pergerakan lempeng. Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan naik atau _thrust fault_.

Gempa ini dilaporkan terasa di beberapa wilayah Indonesia. Di Kota Morotai, Halmahera Utara, getaran dirasakan dengan skala intensitas IV MMI. Sementara itu, Kabupaten Gorontalo Utara mengalami intensitas III-IV MMI. Wilayah Batang dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Boltim, dan Halmahera Tengah merasakan getaran dengan intensitas III MMI.

BMKG juga mengeluarkan peringatan potensi tsunami. Status siaga diberlakukan untuk wilayah Kabupaten Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate, dan Kota Bitung. Untuk wilayah Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Minahasa Selatan, Kota Bontang, dan Berau, statusnya adalah waspada.

Menyikapi potensi tsunami tersebut, BMKG merekomendasikan masyarakat di daerah berstatus siaga untuk segera menjauhi pantai menuju lokasi yang lebih tinggi. Warga di wilayah berstatus waspada diminta untuk menjauhi pantai serta tepian sungai.

Hingga pukul 07.11 WIB, BMKG mencatat adanya dua kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M 6,7 dan M 5,9. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mempercayai informasi resmi dari lembaga tersebut melalui kanal komunikasi yang terverifikasi.

Gempa utama terjadi pada Senin, 8 Juni 2026, pukul 06.37.42 WIB di Pantai Selatan Mindanao, Filipina, dengan parameter pembaruan menunjukkan magnitudo M 7,7. Episenter gempa berada pada koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT, berlokasi di laut sekitar 244 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.