bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 07:12 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat pada 6-8 September 2026

Redaksi 07 September 2026 12 views
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat pada 6-8 September 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Menurut informasi dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang pada periode 6‑8 September 2026.

Dalam peringatan tersebut, BMKG menempatkan provinsi Aceh pada status Siaga karena diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Sementara Sumatra Utara dan Kalimantan Barat berada pada status Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat.

BMKG menegaskan tidak ada wilayah yang masuk dalam kategori Awas atau mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem pada hari Senin, 7 September 2026.

Untuk dasaran pertama hingga ketiga September 2026, mayoritas wilayah Indonesia diproyeksikan masih berada dalam kondisi relatif kering, dengan curah hujan berada pada level rendah hingga menengah. Daerah‑daerah dengan curah hujan diperkirakan kurang dari 50 mm per dasarian meliputi bagian selatan Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.

BMKG mengaitkan kondisi kering tersebut dengan pengaruh El Niño yang sangat kuat serta fase positif IOD, yang membatasi ketersediaan uap air di atmosfer.

Meski dominasi kering, beberapa wilayah tetap memiliki peluang pembentukan awan pada tingkat sedang hingga tinggi, khususnya di bagian utara Sumatra, bagian utara Kalimantan, dan bagian utara Papua. Aktivitas MJO diproyeksikan terjadi di sekitar pesisir utara Aceh, Maluku bagian timur, Laut Arafura tengah‑timur, serta sebagian besar wilayah Papua. Gelombang Kelvin diperkirakan melintasi wilayah luas mulai dari tengah‑selatan Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.

Zona konvergensi diprediksi terbentuk di Sumatra Selatan‑Jambi, Kalimantan Tengah‑Barat, dan pegunungan Papua, sedangkan zona konfluensi diproyeksikan muncul di perairan barat dan utara Aceh. Labilitas lokal yang kuat diperkirakan muncul di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan pegunungan Papua.

Kombinasi dinamika tersebut masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan lokal di sebagian Sumatra Utara, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Papua Utara. Namun, hujan yang terjadi diperkirakan bersifat sporadis dan berjangka pendek di tengah dominasi kondisi kering yang masih berlangsung.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.