bytedaily - Menurut informasi dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan untuk periode 15 hingga 17 September 2026, dengan fokus pada potensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang pada Rabu, 16 September.
BMKG menyatakan bahwa provinsi Aceh dan Sumatra Utara berada dalam status Siaga karena berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Sementara itu, sejumlah wilayah di Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua berada dalam status Waspada dengan perkiraan hujan intensitas sedang hingga lebat.
Dalam peringatan tersebut tidak terdapat wilayah yang masuk dalam kategori Awas atau yang diprediksi akan mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem pada hari itu.
Analisis musim kemarau dasarian I September 2026 menunjukkan bahwa sekitar 80,7 % wilayah Indonesia atau 564 Zona Musim (ZOM) masih berada dalam fase musim kemarau, sehingga curah hujan secara umum diperkirakan berada pada level rendah hingga menengah.
BMKG mencatat bahwa curah hujan rendah masih mendominasi sebagian besar Sumatra bagian selatan, seluruh Pulau Jawa, sebagian besar Bali‑Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sebagian besar Papua, sehingga kondisi kering diprediksi akan berlanjut.
Meski demikian, peluang hujan tetap ada di beberapa daerah, antara lain sebagian Sumatra, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, serta wilayah pegunungan di Papua dan Papua Pegunungan.
Pola cuaca dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta daerah perlambatan dan pertemuan angin di beberapa wilayah Indonesia. Kondisi atmosfer yang cukup labil, khususnya di sebagian Sumatra dan Papua, juga mendukung pembentukan awan hujan, diperkirakan dipicu oleh faktor konvektif lokal.
Walaupun kondisi kering masih mendominasi, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga sangat lebat secara lokal, serta mengingatkan wilayah dengan curah hujan rendah untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan serta penyebaran asap.