bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat hingga sangat lebat serta angin kencang pada Senin, 7 September 2026.
Dalam peringatan tersebut, Aceh dikategorikan sebagai wilayah Siaga karena diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Sementara Sumatra Utara dan Kalimantan Barat berada pada status Waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat.
BMKG menegaskan tidak ada daerah yang masuk dalam kategori Awas atau mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem pada hari itu. Pada dasaran pertama hingga ketiga September 2026, mayoritas wilayah Indonesia diproyeksikan tetap kering dengan curah hujan rendah hingga menengah, terutama di bagian selatan Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan sebagian Papua.
Menurut BMKG, kondisi kering ini dipengaruhi oleh fenomena El Niño yang sangat kuat serta kondisi IOD positif, yang membatasi ketersediaan uap air di atmosfer. Meski begitu, beberapa daerah—termasuk Sumatra utara, Kalimantan utara, dan Papua utara—memiliki peluang terbentuknya awan hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Dinamikanya meliputi aktivitas MJO di sekitar pesisir utara Aceh, bagian timur Maluku, Laut Arafuru, serta sebagian Papua, serta gelombang Kelvin yang melintasi wilayah luas mulai dari Sumatra tengah hingga Papua. Daerah konvergensi dan konfluensi diprediksi muncul di beberapa wilayah, termasuk Sumatra Selatan‑Jambi, Kalimantan Tengah‑Barat, dan pegunungan Papua, serta perairan barat‑utara Aceh. Kombinasi faktor-faktor ini dapat memicu pembentukan awan hujan lokal di sebagian Sumatra utara, Kalimantan utara, Sulawesi tengah, dan Papua utara, meskipun curah hujan diperkirakan bersifat sporadis dan berjangka pendek.