bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:24 WIB

BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat pada Kamis 17 September 2026, Daftar Wilayah Terdampak

Redaksi 17 September 2026 12 views
BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat pada Kamis 17 September 2026, Daftar Wilayah Terdampak
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan untuk periode 16‑18 September 2026, dengan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang pada Kamis, 17 September 2026.

Dalam peringatan tersebut, BMKG menandai beberapa wilayah di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua sebagai zona ‘Waspada’ karena berpotensi menerima hujan sedang hingga lebat. Tidak ada provinsi yang masuk dalam kategori ‘Siaga’ atau ‘Awas’ pada hari itu.

Untuk dasarian kedua September hingga dasarian pertama Oktober 2026, proyeksi curah hujan secara umum diperkirakan berada pada level rendah hingga menengah. Daerah yang diprediksi menerima curah hujan rendah (kurang dari 50 mm per dasarian) meliputi bagian tengah hingga selatan Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, serta wilayah Maluku Utara, Maluku, dan sebagian Papua.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi tersebut mencerminkan terbatasnya pasokan uap air untuk pembentukan awan hujan, dipengaruhi oleh fenomena El Niño yang sangat kuat yang mengurangi kelembapan masuk ke wilayah Indonesia.

Meskipun curah hujan secara umum rendah, peluang hujan tetap ada pada periode 15‑21 September 2026, terutama di sebagian Sumatra, Kalimantan, bagian tengah dan selatan Sulawesi, serta daerah pegunungan dan Papua. Aktivitas gelombang Rossby ekuatorial dan gelombang Kelvin, serta zona perlambatan dan pertemuan aliran angin di sekitar Sumatra, Laut Natuna, Selat Makassar, hingga perairan Maluku dan Papua diperkirakan menjadi pemicu utama.

Kondisi atmosfer yang tidak stabil di sebagian Sumatra, Kalimantan, dan Papua juga dapat memicu pembentukan awan hujan lokal. Selain itu, peningkatan kecepatan angin di beberapa wilayah perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan angin kencang, baik bersamaan dengan perkembangan awan konvektif maupun akibat penguatan aliran angin pada skala yang lebih luas.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.