bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 08:46 WIB

BMKG Laporkan Sejumlah Wilayah Alami Suhu Panas Ekstrem Akibat Perluasan Kemarau

Redaksi 30 Juni 2026 4 views
BMKG Laporkan Sejumlah Wilayah Alami Suhu Panas Ekstrem Akibat Perluasan Kemarau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa musim kemarau di Indonesia semakin meluas, yang mengakibatkan sejumlah daerah mencatat suhu tinggi dan cuaca terasa sangat panas belakangan ini.

Menurut data BMKG, pada periode 29-30 Juni 2026, suhu maksimum harian rata-rata berkisar antara 33,9°C hingga 35,4°C. Suhu tertinggi ini mayoritas tercatat di berbagai wilayah di Pulau Jawa.

BMKG juga mengungkapkan bahwa perluasan musim kemarau ini sejalan dengan pemantauan dinamika atmosfer global. Analisis pada Dasarian III Juni 2026 menunjukkan wilayah yang telah memasuki musim kemarau meliputi sebagian kecil Sumatra Utara, Jambi, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, serta sebagian Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Maluku.

Perluasan musim kemarau ini terkait dengan anomali Suhu Permukaan Laut (SST) di region Nino 3.4 yang tercatat sebesar +1,61 pada Dasarian II Juni 2026. Angka ini, menurut BMKG, mengindikasikan kondisi El Nino yang kuat, yang berpotensi mengurangi curah hujan di banyak wilayah.

BMKG memprakirakan bahwa dalam beberapa hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami curah hujan rendah, yaitu kurang dari 50 mm per dasarian. Kondisi ini menegaskan pola musim kemarau yang terus meluas di Indonesia, mulai dari sebagian Sumatra, Banten, hingga Nusa Tenggara Timur, serta berpotensi meluas ke sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

Fenomena El Nino diprediksi memiliki peluang mencapai intensitas kuat sebesar 98 persen, meningkat signifikan dari prediksi sebelumnya yang berada di angka 62 persen. Anomali SST di wilayah Nino 3.4 yang tercatat sebesar +1,61 menunjukkan kondisi hangat yang telah melewati ambang batas netral selama tujuh dasarian berturut-turut.

BMKG menjelaskan bahwa perubahan suhu laut di Samudra Pasifik (ENSO) dan Samudra Hindia (IOD) dapat memengaruhi pola hujan, suhu udara, dan potensi cuaca ekstrem di Indonesia. Saat ini, nilai Dipole Mode Indeks (IOD) tercatat -0,298, yang mengindikasikan IOD berada dalam fase netral.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.