bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan untuk periode 11‑13 September 2026, termasuk Sabtu 12 September, dengan potensi curah hujan intensitas sedang hingga sangat lebat serta angin kencang di sejumlah wilayah.
Dalam peringatan tersebut, Aceh berada pada status Siaga karena diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
Wilayah lain yang berada pada status Waspada meliputi Sumatra Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua Pegunungan, dan Papua, dengan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat.
BMKG menegaskan tidak ada provinsi yang masuk dalam kategori Awas atau mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem pada hari itu.
Analisis musim kemarau dasarian III Agustus 2026 menunjukkan sekitar 81,1 % wilayah Indonesia atau 567 zona musim masih berada dalam fase kemarau. Memasuki September 2026, curah hujan di sebagian besar daerah diperkirakan tetap pada tingkat rendah hingga menengah.
BMKG menambahkan bahwa curah hujan rendah diperkirakan masih mendominasi sebagian besar Sumatra bagian selatan, seluruh Pulau Jawa, sebagian besar Bali‑Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sebagian besar Papua, sehingga kondisi kering diprediksi akan berlanjut.
Namun, peluang hujan tetap ada di sejumlah wilayah, antara lain sebagian Sumatra, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, serta Papua Pegunungan dan Papua, pada periode 11‑17 September 2026.
Potensi hujan tersebut dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta terbentuknya zona perlambatan dan pertemuan angin di beberapa daerah. Kondisi atmosfer yang cukup labil, terutama di sebagian Sumatra dan Papua, mendukung pertumbuhan awan hujan yang diperkirakan dipengaruhi faktor konvektif lokal.
Walaupun kondisi kering masih mendominasi, wilayah dengan potensi hujan sedang hingga sangat lebat secara lokal tetap perlu diwaspadai. Pada saat yang sama, daerah yang masih mengalami curah hujan rendah disarankan meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan serta penyebaran asap.