bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13 hingga 15 Juni 2026.
Menurut BMKG, beberapa daerah seperti Sumatra Utara, Jawa Barat, dan Maluku Utara diprediksi akan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, yang dikategorikan berstatus Siaga. Sementara itu, wilayah lain seperti Aceh, Riau, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua Barat Daya, serta beberapa daerah lainnya, berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat atau berstatus Waspada.
BMKG mengklarifikasi bahwa tidak ada wilayah yang diperkirakan akan mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem atau berstatus Awas pada hari ini. Daftar wilayah yang berpotensi diguyur hujan meliputi Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua.
Analisis indikator iklim global terkini menunjukkan bahwa meskipun fase hangat ENSO masih berlangsung di Samudra Pasifik, yang berpotensi mengurangi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia, faktor atmosfer regional dan lokal tetap berperan signifikan dalam menyebabkan hujan di beberapa daerah.
BMKG juga memprediksi bahwa aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) hingga awal pekan depan tidak akan banyak berpengaruh terhadap Indonesia, namun sinyal konvektifnya masih berpotensi bertahan di sebagian wilayah Papua, khususnya di bagian selatan hingga tengah. Gelombang Kelvin diprediksi melintasi sebagian Sumatra Utara dan Sumatra Selatan, sementara Gelombang Rossby Ekuatorial berpotensi aktif di wilayah Papua, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi, Kalimantan, hingga Jawa.
Adanya sirkulasi siklonik yang diperkirakan bertahan di Samudra Pasifik utara Papua dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias berpotensi membentuk daerah konvergensi. Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Papua, Kepulauan Nias, sebagian Sumatra Barat, Riau, dan sekitarnya. Selain itu, labilitas atmosfer yang cukup tinggi juga diperkirakan mendukung pertumbuhan awan konvektif secara lebih intensif di skala lokal, terutama di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. Kombinasi faktor-faktor atmosfer ini meningkatkan peluang hujan dengan intensitas bervariasi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.