bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat dan angin kencang pada Selasa (29/9). BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan untuk periode 28–30 September 2026.
Dalam peringatan itu, Aceh, Sumatra Barat, Riau, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Papua masuk kategori Waspada, dengan potensi hujan sedang hingga lebat. Adapun Sumatra Utara berstatus Siaga karena berpeluang mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG tidak menetapkan wilayah berstatus Awas, yakni kategori potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem.
BMKG memperkirakan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada akhir September hingga awal Oktober 2026 berada pada kategori rendah hingga menengah, yakni 0–150 milimeter per dasarian atau periode sepuluh hari. Hujan kategori rendah diprakirakan mendominasi sebagian Sumatra bagian tengah hingga selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian Papua.
Dalam Prakiraan Cuaca Indonesia Sepekan periode 25 September–1 Oktober 2026, BMKG menyebut kondisi iklim global masih menunjukkan El Niño kategori sangat kuat. Nilai SOI tercatat -19,3, sedangkan indeks Niño 3.4 sebesar +2,53. Kondisi tersebut secara umum cenderung mengurangi pembentukan awan hujan di Indonesia. Nilai rata-rata mingguan Dipole Mode Index sebesar +0,7 juga mengindikasikan berkurangnya pasokan uap air dari Samudra Hindia menuju Indonesia bagian barat.
Meski begitu, dinamika atmosfer regional masih berpotensi mendukung pertumbuhan awan hujan. Aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan terjadi di sekitar Aceh, perairan Samudra Hindia di barat Aceh hingga selatan Jawa Tengah, serta Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DK Jakarta, dan Jawa Tengah. Aktivitas tersebut dapat memicu pertemuan dan perlambatan angin yang mendukung pembentukan awan hujan.
BMKG juga memperkirakan kondisi atmosfer yang sangat labil di sebagian Sumatra bagian utara dan tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, serta sebagian Papua. Keadaan itu mendukung pengangkatan massa udara dan pertumbuhan awan konvektif, terutama jika tersedia cukup uap air. Karena itu, sebagian wilayah diperkirakan tetap relatif kering, sementara wilayah lain masih berpeluang mengalami hujan.