bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 21:17 WIB

BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat pada 7 Oktober 2026

Redaksi 07 Oktober 2026 11 views
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat pada 7 Oktober 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan untuk periode 6–8 Oktober 2026. Pada Rabu, 7 Oktober, Aceh, Sumatra Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, dan Papua Pegunungan berstatus Waspada karena berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Sumatra Utara dan Kalimantan Utara berstatus Siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat. BMKG tidak menetapkan wilayah berstatus Awas maupun mengeluarkan peringatan dini angin kencang pada hari itu.

BMKG menyebut kondisi cuaca Indonesia pada awal Oktober masih dipengaruhi El Niño sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif. El Niño bertahan di Samudra Pasifik ekuatorial, sementara IOD positif mengurangi pasokan uap air dari Samudra Hindia ke Indonesia bagian barat.

Untuk periode 1–10 Oktober 2026, sekitar 79,65 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian. Sekitar 19,99 persen wilayah diperkirakan menerima curah hujan kategori menengah, 50–150 milimeter, sedangkan 0,36 persen masuk kategori tinggi, yaitu 150–300 milimeter per dasarian. BMKG menyatakan dominasi curah hujan rendah menunjukkan kondisi kering berpotensi berlanjut di sebagian besar wilayah.

BMKG mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap kekeringan dan potensi kebakaran hutan serta lahan, terutama di daerah yang telah mengalami periode tanpa hujan cukup panjang. Namun, peluang hujan tetap terbuka karena dinamika atmosfer regional.

Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di sekitar Samudra Hindia sebelah barat Sumatra. Gelombang Kelvin berpotensi memengaruhi Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian selatan, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Zona perlambatan serta pertemuan massa udara juga diprakirakan terbentuk di sebagian Sumatra bagian tengah dan utara, Kalimantan bagian tengah hingga timur, Sulawesi bagian utara, dan Papua.

Menurut BMKG, gelombang atmosfer, suhu muka laut yang relatif hangat, serta pola pertemuan dan belokan angin dapat mendukung pertumbuhan awan hujan. Karena itu, hujan sedang hingga lebat yang berpotensi disertai petir atau angin kencang masih dapat terjadi secara lokal selama periode sepekan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.