bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang di beberapa wilayah Indonesia pada hari Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut BMKG, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dan berstatus Waspada antara lain Aceh, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan. Tidak ada wilayah yang diprediksi berstatus Siaga (hujan lebat hingga sangat lebat) maupun Awas (hujan sangat lebat hingga ekstrem) pada hari tersebut.
Meskipun demikian, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada dalam kondisi relatif kering memasuki dasarian III Juli 2026. Prakiraan curah hujan kategori rendah mencakup sekitar 76,54 persen wilayah, kategori menengah sebesar 23,36 persen, dan kategori tinggi hanya sekitar 0,09 persen. Kondisi kering ini diprediksi terjadi di sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta beberapa wilayah Papua.
Rendahnya curah hujan ini didukung oleh perkembangan iklim global, di mana indeks Niño 3.4 berada pada +1,47 dan rata-rata berjalan SOI tercatat -29,6. Indikator ini menunjukkan El Niño yang masih signifikan dan diprediksi mencapai kategori kuat tahun ini.
Namun, peluang hujan tetap ada dalam sepekan ke depan. Aktivitas MJO diprediksi memasuki wilayah Indonesia bagian selatan, sementara Gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan melintasi sebagian Sumatra dan Kalimantan, yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif. Gelombang Kelvin juga diprediksi masih aktif di sebagian Kalimantan dan Sulawesi. Selain itu, sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua diprediksi menguat dan menarik massa udara dari barat ke timur Indonesia, memicu pembentukan daerah belokan dan perlambatan angin. Dengan suhu muka laut yang masih cukup hangat, potensi pembentukan awan hujan diprediksi meningkat di sebagian wilayah.