bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:28 WIB

BMKG Perkirakan Gempa Susulan di Flores Bisa Berlanjut hingga Enam Bulan

Redaksi 16 September 2026 22 views
BMKG Perkirakan Gempa Susulan di Flores Bisa Berlanjut hingga Enam Bulan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Menurut laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa aktivitas gempa susulan setelah gempa berkekuatan M7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus, secara bertahap mereda dan diperkirakan akan berakhir dalam beberapa bulan ke depan.

Gempa tersebut dipicu oleh pergerakan Flores Back‑Arc Thrust dengan pusat sekitar 30 km timur laut NTT pada kedalaman 15 km, dan dampaknya dirasakan oleh penduduk di wilayah Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, serta Sikka.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengungkapkan bahwa perkiraan durasi aktivitas gempa susulan di Flores dapat mencapai empat hingga enam bulan ke depan.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa susulan dengan magnitudo di atas M5,0 semakin jarang dan belum tercatat selama satu minggu terakhir, sementara gempa berkekuatan M3,0‑M4,0 diproyeksikan masih mungkin terjadi selama 6‑7 minggu ke depan.

Gempa susulan dengan magnitudo di bawah M3,0, yang tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat, diperkirakan baru akan berhenti setelah beberapa bulan lagi.

Wijayanto menegaskan bahwa estimasi tersebut bersifat statistik dan tidak menandakan tanggal pasti berakhirnya aktivitas gempa atau prediksi terjadinya gempa berikutnya, serta tidak menutup kemungkinan munculnya gempa dengan magnitudo di atas M5,0.

Plh. Deputi Bidang Geofisika, Ardhasena Sopaheluwakan, menyampaikan bahwa dalam 30 hari pertama pasca‑gempa utama, BMKG mencatat 15.722 gempa susulan dengan magnitudo M0,9‑M6,2, di mana 190 di antaranya dirasakan oleh masyarakat.

Ia menambahkan bahwa frekuensi gempa susulan harian maupun mingguan menunjukkan pola penurunan dan kini telah memasuki fase peluruhan.

Data mingguan menunjukkan penurunan jumlah kejadian: minggu pertama tercatat 5.011 gempa, minggu kedua 4.267, minggu ketiga 3.158, minggu keempat 2.421, dan minggu kelima hingga kini hanya 864 gempa.

BMKG mencatat bahwa sekitar 75 persen gempa susulan berada pada kategori di bawah M3,0; gempa dengan kekuatan rendah tersebut hanya terdeteksi oleh jaringan seismograf dan tidak dirasakan langsung oleh penduduk.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.
Topik Terkait:
#teknologi #bencana #indonesia