bytedaily
Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:19 WIB

BMKG Prakirakan Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah pada Awal Oktober

Redaksi 05 Oktober 2026 11 views
BMKG Prakirakan Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah pada Awal Oktober
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, BMKG memperkirakan sejumlah wilayah Indonesia berpotensi diguyur hujan pada Senin (5/10). Pada Dasarian I Oktober 2026, sekitar 79,65 persen wilayah diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0–50 milimeter per dasarian. Curah hujan kategori menengah sebesar 50–150 milimeter diperkirakan terjadi di 19,99 persen wilayah, sedangkan kategori tinggi sebesar 150–300 milimeter diprakirakan mencakup 0,36 persen wilayah.

BMKG menyebut dominasi curah hujan rendah menandakan kondisi kering berpotensi berlanjut, terutama di daerah yang sebelumnya mengalami periode tanpa hujan berkepanjangan.

Meski demikian, peluang hujan masih ada. Gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di sebagian wilayah Sumatera. Sementara itu, Gelombang Kelvin berpotensi melintasi sebagian Sumatera bagian tengah, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara.

BMKG juga memperkirakan Monsun Australia menguat dalam beberapa hari mendatang. Penguatan ini menunjukkan meningkatnya pengaruh monsun dan aliran angin timuran di Indonesia bagian selatan, yang cenderung membatasi pasokan uap air serta menekan potensi hujan.

Namun, pembentukan awan hujan masih dapat meningkat di daerah yang dipengaruhi gelombang atmosfer dan suhu muka laut yang relatif hangat, serta mengalami konvergensi, perlambatan, atau belokan angin. BMKG menjelaskan interaksi faktor-faktor tersebut dapat memicu hujan setempat, meskipun penguatan Monsun Australia secara umum mendukung kondisi lebih kering di Indonesia bagian selatan. Keterangan itu disampaikan melalui laman resmi BMKG pada Jumat (2/10).


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.