bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa meskipun mayoritas wilayah Indonesia berada dalam kondisi kering pada dasarian I hingga III September 2026, tetap ada beberapa daerah yang memiliki peluang hujan.
BMKG menjelaskan bahwa aktivitas pembentukan awan hujan secara umum masih rendah, namun wilayah Sumatra bagian utara, Kalimantan bagian utara, dan Papua bagian utara diprediksi memiliki potensi awan pada tingkat sedang hingga tinggi.
Untuk periode 4‑10 September, fenomena Madden‑Julian Oscillation (MJO) diperkirakan aktif di sekitar pesisir utara Aceh, Maluku bagian timur, Laut Arafuru tengah‑timur, serta sebagian besar Papua.
Gelombang Kelvin diproyeksikan melintasi wilayah yang luas, mulai dari Sumatra tengah‑selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
BMKG juga mengidentifikasi zona perlambatan angin (konvergensi) yang diprediksi terbentuk di wilayah Sumatera Selatan‑Jambi, Kalimantan Tengah‑Barat, dan pegunungan Papua, serta zona pertemuan angin (konfluensi) di perairan barat dan utara Aceh.
Labilitas lokal yang kuat, mendukung proses konvektif pada skala kecil, diperkirakan terdapat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan pegunungan Papua.
"Kombinasi dinamika tersebut masih dapat memicu pengumpulan dan pengangkatan massa udara, sehingga hujan secara lokal dengan intensitas bervariasi masih berpeluang terjadi di sebagian Sumatra bagian utara, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian tengah, dan Papua bagian utara," kata BMKG dalam laman resminya.
Namun, BMKG menambahkan bahwa hujan yang terjadi kemungkinan bersifat sporadis dan berdurasi singkat, mengingat dominasi kondisi kering yang masih berlangsung.