bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, BMKG memprakirakan hujan berpotensi turun di sejumlah wilayah Indonesia pada Sabtu (3/10), meski sebagian besar daerah masih mengalami musim kemarau. Dinamika atmosfer menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peluang hujan tersebut.
Gelombang Rossby Ekuatorial diperkirakan aktif melintasi sebagian Sumatera. Sementara itu, Gelombang Kelvin diprakirakan aktif di sebagian Sumatera bagian tengah, Kalimantan bagian utara, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara.
BMKG juga memperkirakan Monsun Australia menguat dalam beberapa hari ke depan. Penguatan sistem tersebut dan aliran angin timuran di Indonesia bagian selatan cenderung membatasi pasokan uap air sehingga menekan potensi hujan.
Namun, peluang pembentukan awan hujan dapat meningkat di wilayah yang dipengaruhi gelombang atmosfer, suhu muka laut yang relatif hangat, serta daerah konvergensi, perlambatan, dan belokan angin. BMKG menyebut interaksi faktor-faktor itu dapat memicu hujan setempat, meskipun penguatan Monsun Australia secara umum mendukung kondisi lebih kering di Indonesia bagian selatan.