bytedaily
Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:44 WIB

BMKG Prediksi Kekeringan Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia Agustus 2026

Redaksi 20 Agustus 2026 3 views
BMKG Prediksi Kekeringan Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia Agustus 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi kekeringan meteorologis ekstrem yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada periode 11-20 Agustus 2026. Peringatan ini dikeluarkan menyusul musim kemarau yang diperparah oleh fenomena El Nino dengan kategori kuat.

Menurut BMKG, pemetaan kekeringan membagi tingkat keparahan menjadi tiga kategori: Waspada, Siaga, dan Awas. Pada periode Dasarian I Agustus 2026, hasil monitoring menunjukkan indeks Indian Ocean Dipole (IOD) sebesar +0,457 dan nilai Sea Surface Temperature Anomaly (SSTA) di region Nino3,4 sebesar +2,77, yang mengindikasikan intensitas El Nino sangat kuat.

Curah hujan pada Dasarian I Agustus 2026 didominasi oleh kriteria rendah, hanya sekitar 0,93 persen wilayah yang mengalami curah hujan tinggi, 8,28 persen menengah, dan mayoritas 90,79 persen rendah. BMKG juga mencatat bahwa sekitar 76,5 persen dari total 535 Zona Musim (ZOM) di Indonesia sedang mengalami musim kemarau. Dari jumlah tersebut, diperkirakan 48,84 persen wilayah daratan Indonesia akan memasuki puncak kemarau pada bulan Agustus.

Salah satu wilayah yang dilaporkan mengalami kekeringan ekstrem adalah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Data BMKG mencatat bahwa Kabupaten Bima telah mengalami hari tanpa hujan selama 84 hari, atau hampir tiga bulan. Kecamatan Belo dan Kecamatan Bolo di Bima dilaporkan sebagai area dengan periode terlama tanpa hujan. Pada dasarian I Agustus 2026, curah hujan di NTB secara umum berada pada kategori rendah, berkisar antara 0 hingga 10 milimeter per dasarian, dengan curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Kokok Putih, Sembalun, sebesar 47 milimeter per dasarian.

BMKG memprediksi bahwa kondisi kering ini diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa pekan mendatang, seiring dengan masuknya puncak musim kemarau dan pengaruh fenomena El Nino.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.