bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa pada Kamis, 10 September 2026, sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas mulai dari sedang hingga lebat.
BMKG mencatat bahwa meski sebagian besar wilayah negara masih berada pada puncak musim kemarau, kondisi atmosferik memungkinkan terbentuknya awan hujan yang dapat memicu curah hujan. Pada dasarian I‑III September 2026, curah hujan secara keseluruhan diprediksi berada pada level rendah hingga menengah, yang mencerminkan terbatasnya uap air di atmosfer akibat pengaruh El Nino yang sangat kuat di wilayah Pasifik.
Pengaruh El Nino tersebut memperkecil suplai kelembapan menuju Indonesia, sehingga kondisi kering diperkirakan akan berlanjut. Namun, pada periode 8‑14 September 2026, peluang hujan tetap bervariasi di berbagai daerah.
Menurut pernyataan BMKG yang dipublikasikan pada laman resminya pada Rabu, 9 September, meski musim kemarau masih mendominasi, hujan tetap berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa bagian barat, serta Papua.
Peningkatan peluang hujan dipengaruhi oleh aktivitas spasial Madden‑Julian Oscillation (MJO) yang diperkirakan aktif di Aceh dan Sumatera Utara, serta gelombang Kelvin yang melintasi sebagian Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara. Pola perlambatan dan belokan angin diperkirakan terbentuk di Sumatera Utara hingga Riau, Kalimantan Barat bagian utara, Sulawesi Barat, serta Papua bagian barat hingga utara.
Faktor lokal seperti pemanasan permukaan, topografi, dan ketersediaan uap air dapat memperkuat intensitas hujan di daerah‑daerah tersebut, meskipun sebaran curah hujan tidak merata. Oleh karena itu, potensi hujan lebat secara lokal tetap perlu diwaspadai meskipun kondisi kering masih mendominasi atmosfer secara umum.