bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang pada hari ini, Rabu (17/6). Peringatan dini hujan telah dikeluarkan oleh BMKG untuk periode 16-18 Juni 2026.
Menurut peringatan tersebut, wilayah Sumatra Utara, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara berpotensi diguyur hujan lebat hingga sangat lebat, yang dikategorikan berstatus Siaga. Sementara itu, daerah seperti Aceh, Riau, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku, dan beberapa wilayah lainnya diprediksi akan mengalami hujan sedang hingga lebat, dengan status Waspada. BMKG menginformasikan bahwa tidak ada wilayah yang diperkirakan mengalami hujan sangat lebat hingga ekstrem pada hari ini.
Daftar lengkap wilayah yang berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat dan angin kencang meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua.
Meskipun pengamatan hingga akhir Mei 2026 menunjukkan 28,6 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau dengan curah hujan diprediksi di bawah normal, BMKG menyatakan bahwa hujan masih berpeluang terjadi karena dinamika atmosfer regional dan faktor lokal yang mendukung pembentukan awan hujan.
Faktor-faktor seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprediksi berada pada fase tertentu, pergerakan Gelombang Kelvin di beberapa wilayah, serta aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial di wilayah lain turut berkontribusi terhadap potensi hujan. Selain itu, sirkulasi siklonik yang diperkirakan bertahan di Samudra Hindia barat Sumatra Utara dan berpotensi terbentuk di Kalimantan Tengah, serta labilitas atmosfer yang tinggi di berbagai daerah, juga mendukung pertumbuhan awan hujan dan proses konveksi lokal.