bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:05 WIB

BMKG: Sejumlah Wilayah Alami Hari Tanpa Hujan Lebih dari 2 Bulan Jelang Puncak Kemarau

Redaksi 21 Juli 2026 18 views
BMKG: Sejumlah Wilayah Alami Hari Tanpa Hujan Lebih dari 2 Bulan Jelang Puncak Kemarau
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa beberapa wilayah di Indonesia saat ini tengah mengalami kondisi kering yang cukup panjang. Analisis iklim BMKG menunjukkan adanya variasi periode hari tanpa hujan (HTH), mulai dari kategori sangat pendek hingga ekstrem panjang.

Terdapat 331 titik pengamatan yang mencatat HTH kategori sangat panjang, yakni berlangsung selama 31 hingga 60 hari. Wilayah yang dominan mengalami kondisi ini meliputi sebagian besar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, serta sebagian kecil Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Gorontalo, dan Sulawesi Utara.

Lebih lanjut, BMKG mencatat ada 6 titik pengamatan yang mengalami HTH kategori ekstrem panjang, yaitu lebih dari 60 hari. Rinciannya, 1 titik berada di Jawa Tengah, 2 titik di DI Yogyakarta, dan 3 titik di Jawa Timur. BMKG mendefinisikan hari tanpa hujan sebagai periode beruntun tanpa hujan atau hanya menerima curah hujan kurang dari 1 mm.

Kondisi dominasi HTH kategori sangat panjang ini terjadi seiring dengan musim kemarau yang mulai memasuki puncaknya. BMKG memprediksi bahwa pada bulan Juli ini, sebanyak 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen wilayah Indonesia akan mencapai puncak musim kemarau. Angka ini diperkirakan meningkat menjadi 369 ZOM atau 48,84 persen pada bulan Agustus, dan 169 ZOM atau 25,41 persen pada bulan September.

Selain itu, pemantauan iklim global menunjukkan fenomena El Niño masih aktif dengan anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 sebesar +1,47. BMKG menyatakan bahwa keberadaan El Niño ini semakin memperkuat dampak atmosfer kering yang lazim terjadi selama musim kemarau di Indonesia.

Meskipun puncak musim kemarau semakin dekat, BMKG juga mencatat bahwa dinamika atmosfer skala regional masih memicu pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah. Pada periode 15-19 Juli, hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem tercatat di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Aceh, Kalimantan Utara, dan Riau. Kondisi ini didukung oleh aktivitas Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuatorial yang melintasi Sumatra bagian utara hingga tengah serta Kalimantan, sehingga meningkatkan aliran uap air ke wilayah Indonesia bagian utara dan barat.

BMKG memperkirakan kondisi serupa masih akan berlangsung hingga sepekan ke depan. Meskipun pola cuaca kering diprediksi lebih dominan, hujan dengan intensitas bervariasi masih berpeluang terjadi secara lokal di sejumlah wilayah Indonesia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.