bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa patahan di wilayah Surabaya-Madura memang tergolong aktif, namun bukan merupakan patahan yang baru terbentuk. Pernyataan tersebut menjadi tanggapan atas sebuah unggahan viral yang mengklaim adanya sesar baru di kawasan itu.
Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Malang, Ricko Kardoso, menjelaskan bahwa keberadaan sesar aktif tersebut sudah tercatat dalam buku Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) sejak 2017 dan telah diperbarui pada tahun 2024. Ia menegaskan bahwa meskipun wilayah Indonesia memang rentan terhadap gempa, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan selama tetap mengikuti prosedur kesiapsiagaan.
Ricko mengingatkan bahwa kajian bahaya gempa yang dilakukan oleh para ahli bukan dimaksudkan menimbulkan kepanikan, melainkan sebagai dasar untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapan warga sebelum, saat, dan setelah terjadi gempa. Karena gempa tidak dapat diprediksi secara tepat, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan individu.
Video yang memicu viralitas tersebut diunggah oleh akun @gempa_dan_cuaca enam hari lalu, dengan lebih dari 497 ribu tampilan, 15,9 ribu suka, dan 1.063 komentar. Dalam video itu, pembuatnya menyatakan bahwa Surabaya memiliki “patahan aktif baru” dan menyoroti daerah yang dilalui oleh sesar tersebut.