bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 20:18 WIB

BMKG Tegaskan Tidak Ada Prediksi Gempa M9, Video Viral Tidak Berdasar

Redaksi 09 September 2026 9 views
BMKG Tegaskan Tidak Ada Prediksi Gempa M9, Video Viral Tidak Berdasar
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi sebuah video viral yang mengklaim Indonesia akan dilanda gempa bumi berkekuatan M9. BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

Video tersebut menampilkan seorang pria asal Kanada bernama Frankie MacDonald, yang mengaku sebagai pengamat cuaca amatir, menyatakan Indonesia akan mengalami gempa dengan magnitudo antara M7 hingga M9. Menanggapi pernyataan itu, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan bahwa gempa tidak dapat diprediksi secara tepat, sehingga publik diimbau untuk tidak mengandalkan informasi yang belum terbukti kebenarannya.

"Indonesia berada di wilayah rawan gempa, namun gempa tidak dapat diprediksi kapan dan di mana secara tepat. Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar di media sosial," ujar Wijayanto kepada wartawan pada Selasa (8/9).

Menurut Wijayanto, meskipun Indonesia memang terletak pada zona seismik aktif dengan potensi megathrust dan sesar aktif, belum ada teknologi yang mampu memprediksi gempa dengan akurasi waktu dan lokasi. Ia menambahkan bahwa ramalan yang tepat mengenai peristiwa gempa hanyalah kebetulan, mengingat rata‑rata Indonesia mengalami dua gempa besar (magnitudo >7,0) setiap tahun.

"Ramalan tersebut hanyalah kebetulan. Secara statistik, Indonesia mengalami sekitar dua gempa dengan magnitudo lebih dari 7,0 setiap tahun, termasuk gempa di Flores dan Maluku Utara pada tahun 2026 hingga Agustus," jelasnya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.
Topik Terkait:
#teknologi #gempa #indonesia