bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menanggapi beredarnya video viral yang menyatakan Indonesia akan dilanda gempa berkekuatan magnitude 9. Pihak BMKG mengingatkan publik agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Video tersebut menampilkan seorang pria asal Kanada bernama Frankie MacDonald, yang mengklaim Indonesia akan mengalami gempa dengan magnitudo antara M7 hingga M9. MacDonald memperkenalkan dirinya sebagai pengamat cuaca amatir.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa tidak dapat diprediksi secara tepat baik dari segi waktu maupun lokasi. Ia menekankan agar masyarakat tetap tenang dan waspada, serta tidak terpengaruh oleh rumor yang beredar di media sosial.
Menurut Wijayanto, wilayah Indonesia memang berada di zona rawan gempa karena terletak di antara lempeng tektonik yang aktif, termasuk potensi megathrust dan sesar aktif. Namun, hingga kini belum ada teknologi yang mampu memprediksi gempa dengan akurasi waktu dan tempat yang pasti.
Ia menambahkan bahwa ramalan yang tepat mengenai peristiwa gempa hanyalah kebetulan. Data menunjukkan rata‑rata Indonesia mengalami dua gempa besar (M > 7,0) setiap tahun, dan pada tahun 2026 hingga Agustus sudah tercatat dua gempa dengan magnitudo tersebut, yakni di Flores dan Maluku Utara.