bytedaily - Melansir laporan ekonomi.republika.co.id, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, memperkirakan laba bersih konsolidasi BUMN mencapai Rp 360 triliun pada 2026. Proyeksi itu, menurut Dony, didasarkan pada perbaikan kinerja dan manajemen BUMN selama sekitar satu setengah tahun terakhir.
Dony menyampaikan bahwa konsolidasi dan transformasi mulai berdampak pada kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah. Ia menilai laba tersebut dapat menjadi kekuatan baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia juga menyebut laba BUMN tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi dapat digunakan sebagai sumber pembiayaan investasi selanjutnya. Dony berharap laba itu diinvestasikan kembali untuk mendorong berbagai kegiatan ekonomi.
Dony mengatakan peningkatan kinerja BUMN merupakan bagian dari transformasi fundamental ekonomi pemerintah. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tidak dapat hanya mengandalkan APBN. Danantara dibentuk untuk mendukung pertumbuhan dengan kemampuan yang dimilikinya.