bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 02:39 WIB

BRIN Kembangkan Teknologi Antisipasi El Nino Hingga 2027

Redaksi 08 Agustus 2026 9 views
BRIN Kembangkan Teknologi Antisipasi El Nino Hingga 2027
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mengembangkan berbagai teknologi untuk menghadapi potensi El Nino kuat yang diperkirakan berlangsung hingga 2027. Inisiatif ini mencakup modifikasi cuaca, desalinasi air laut, hingga pengolahan air menjadi air minum.

Kepala BRIN, Arif Satria, menyampaikan bahwa pengembangan teknologi ini menjadi salah satu fokus perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam persiapan menghadapi El Nino. Menurut Arif, El Nino kali ini diprediksi memiliki durasi yang sama dengan sebelumnya, namun dengan suhu yang lebih panas dan kondisi yang lebih kering.

BRIN mendapat arahan dari Presiden Prabowo untuk menyempurnakan teknologi modifikasi cuaca. Upaya penyempurnaan ini meliputi penggunaan natrium klorida (NaCl) berukuran 2-5 mikron, teknologi flare, serta pemanfaatan drone untuk meningkatkan efektivitas operasi modifikasi cuaca.

Selain itu, BRIN juga mengembangkan teknologi desalinasi air laut untuk memperkuat ketahanan air nasional, yang diklaim telah diaplikasikan di 40 wilayah pesisir. Lebih lanjut, BRIN mengembangkan teknologi Arsinum yang mampu mengolah air banjir, air limbah, dan air payau menjadi air siap minum. Teknologi ini telah diuji coba di beberapa lokasi bencana dan diperagakan di hadapan Presiden.

Presiden Prabowo beserta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dikabarkan telah mencoba langsung air hasil olahan teknologi Arsinum. Presiden juga meminta BRIN untuk mengidentifikasi potensi sungai bawah tanah sebagai sumber air baku.

Saat ini, BRIN sedang mengembangkan teknologi untuk memetakan aliran sungai bawah tanah dan mengolah air yang terkontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli). Rencananya, BRIN akan membangun laboratorium hidup di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, untuk pengembangan teknologi pengolahan air bawah tanah agar lebih bersih dan aman. Kajian serupa juga dilakukan di Gunungkidul dan daerah lain yang memiliki potensi sungai bawah tanah.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan bahwa El Nino telah mencapai kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat, yang dapat memicu musim kemarau lebih kering dan lebih panjang di berbagai wilayah Indonesia hingga awal 2027.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.