bytedaily
Kamis, 21 Mei 2026 - 05:58 WIB

BRIN Prediksi Perpaduan El Nino 'Godzilla' dan IOD Positif Picu Kekeringan Ekstrem pada 2026

Redaksi 20 Maret 2026 15 views
BRIN Prediksi Perpaduan El Nino 'Godzilla' dan IOD Positif Picu Kekeringan Ekstrem pada 2026
Ilustrasi: BRIN Prediksi Perpaduan El Nino 'Godzilla' dan IOD Positif Picu Kekeringan Ekstrem pada 2026

bytedaily - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi terjadinya fenomena El Nino super yang dijuluki 'Godzilla El Nino', diperkirakan akan dimulai pada April 2026. Prediksi ini diperkuat oleh kemungkinan adanya Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang berbarengan, sebuah konfigurasi yang berpotensi memperpanjang dan memperburuk musim kemarau di Indonesia.

Menurut Profesor Riset dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Erma Yulihastin, El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. Varian 'Godzilla El Nino' menandakan intensitas yang lebih kuat, yang dapat berimplikasi pada musim kemarau yang lebih kering dan durasi yang lebih lama di Indonesia. Sementara itu, IOD positif mengacu pada pola iklim di Samudra Hindia yang menyebabkan pergeseran air hangat ke barat dan naiknya air dingin di timur, sehingga berpotensi menurunkan curah hujan secara signifikan di Indonesia.

Erma memprediksi bahwa kombinasi Godzilla El Nino dan IOD positif akan mendominasi sepanjang musim kemarau 2026, dari April hingga Oktober. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya kekeringan parah yang dapat mengancam pasokan air dan menyebabkan gagal panen, terutama di wilayah Pantura Jawa. Ia menyarankan masyarakat, khususnya di wilayah selatan Indonesia, untuk mulai melakukan penampungan air sebagai tindakan mitigasi.

Berdasarkan pengalaman dari fenomena El Nino pada April-September 2023, wilayah selatan garis ekuator Indonesia mengalami penurunan curah hujan signifikan dan kekeringan pada periode Juni-September 2023. Dampaknya termasuk gagal panen di sektor pertanian yang tersebar di Jawa, sebagian Sumatra selatan, Nusa Tenggara, dan Papua selatan. Meskipun demikian, dampak iklim ini tidak seragam, dengan wilayah utara Indonesia berpotensi mengalami peningkatan curah hujan, seperti yang terjadi pada 2023 yang memicu banjir di beberapa daerah utara Sumatra dan Kalimantan tengah.