bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini turut serta dalam penyelidikan fenomena teror api misterius yang terjadi di kediaman Mutfiana, atau akrab disapa Fia, di Seyegan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelumnya, upaya investigasi telah dilakukan oleh peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) 'Veteran' Yogyakarta.
Hari Soekarno, seorang peneliti dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Kelompok Teknologi Kebencanaan dan Energi BRIN, menyatakan bahwa timnya mendapat tugas mendadak untuk meneliti kasus ini dan telah melaksanakan survei awal. BRIN juga telah menerima data hasil investigasi sementara dari tim UGM dan UPN, yang akan didiskusikan lebih lanjut.
Terkait dengan kesimpulan sementara dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, yang menduga gas hidrogen (H2) dan gas fosfin (PH3) sebagai pemicu api akibat fermentasi limbah organik dari usaha pemotongan ayam keluarga Fia, Hari Soekarno menyatakan pandangannya. Ia berpendapat bahwa kemungkinan tersebut sangat kecil, mengingat gas yang terbentuk dari fermentasi limbah organik seharusnya cepat terlepas ke atmosfer dan ternetralisasi oleh udara.
Meskipun demikian, Hari Soekarno tidak sepenuhnya menampik kemungkinan adanya gas fosfin, namun ia menduga sumbernya bukan dari limbah pemotongan ayam Fia. Untuk gas hidrogen, ia menekankan perlunya pembuktian keberadaannya secara pasti di lokasi kejadian. Dugaan lain mengenai gas metana (CH4) sebagai pemicu, yang sempat diutarakan oleh pakar UPN, memerlukan adanya sumber penyulut api.
BRIN juga telah menerima informasi mengenai konsentrasi senyawa yang diduga gas tersebut terlalu kecil untuk memudahkan pengukuran. Hari Soekarno menegaskan bahwa BRIN akan tetap melakukan analisis dengan mengambil sampel gas dari ruangan yang sering mengalami kebakaran, meskipun alat pengukurnya harus didatangkan dari Jakarta.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman telah memasang dua unit kamera pengawas (CCTV) yang dilengkapi sensor gerak di rumah Fia. Pemasangan kamera di ruang depan dan kamar tengah ini bertujuan untuk memantau secara langsung proses munculnya api atau kebakaran spontan, serta untuk alasan keamanan mengingat banyaknya pengunjung di lokasi tersebut.