bytedaily - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) telah menargetkan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sebagai salah satu prioritas utama untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata berkelas dunia. Penetapan ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk meningkatkan daya saing destinasi alam Indonesia di kancah global.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, menyatakan bahwa pengembangan ini tidak hanya berfokus pada aspek pariwisata semata. Pembangunan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) sepanjang 13 kilometer, yang baru saja ditandai dengan peletakan batu pertama, merupakan instrumen strategis untuk menyelaraskan kepentingan konservasi, ekologi, perlindungan flora dan fauna, tata air, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Kemenhut menekankan pentingnya menjaga identitas budaya dan kearifan lokal sebagai prinsip utama pengelolaan kawasan konservasi.
Pemerintah daerah, melalui Bupati Probolinggo Mohammad Haris, menyambut baik inisiatif ini sebagai momentum penting untuk keberlanjutan kawasan Tengger. Penekanan diberikan pada penjagaan keseimbangan antara pelestarian alam, budaya, dan pengembangan pariwisata. Diharapkan, transformasi Bromo menjadi destinasi wisata unggulan yang berkelanjutan ini akan mampu menyeimbangkan kepentingan lingkungan, budaya, dan ekonomi, serta memastikan kawasan ini dapat dinikmati oleh generasi mendatang tanpa mengorbankan nilai spiritual dan budaya masyarakat Tengger.