bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan data pribadi yang belakangan beredar di internet bukan berasal dari insiden kebocoran baru. Analisis awal menunjukkan data tersebut merupakan gabungan informasi terbuka dan data dari beberapa kebocoran terdahulu yang dihimpun kembali, lalu disebarkan oleh pihak tertentu.
Pernyataan BSSN disampaikan setelah muncul dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN, Sulistyo, mengatakan timnya langsung menganalisis informasi yang beredar.
Meski data itu dinilai berasal dari kebocoran lama, BSSN tetap menelusuri peredarannya. Lembaga tersebut berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta aparat penegak hukum untuk mencari sumber dan saluran penyebaran data.
Sebelumnya, sebuah akun Instagram mengunggah video yang mengklaim menemukan sejumlah data pribadi Meutya, termasuk foto KTP, informasi keluarga, dan kata sandi. Akun tersebut tidak merinci platform tempat data itu ditemukan.
Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar juga menyebut data yang ramai dibicarakan merupakan data lama yang kembali beredar. Komdigi, katanya, tetap melakukan pengusutan dan penindakan serta berkoordinasi dengan Kepolisian terkait situs yang diduga memperjualbelikan data pribadi. Penanganan terhadap situs yang melanggar ketentuan dapat mencakup pemblokiran akses.
BSSN mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan tangkapan layar, unggahan, atau potongan data pribadi milik orang lain, termasuk pejabat publik.