bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:35 WIB

BSSN: Data yang Kembali Beredar Bukan Kebocoran Baru

Redaksi 06 Oktober 2026 11 views
BSSN: Data yang Kembali Beredar Bukan Kebocoran Baru
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan data pribadi yang belakangan ramai beredar di internet bukan berasal dari insiden kebocoran baru. Analisis awal menunjukkan data tersebut merupakan gabungan informasi terbuka dan data dari kebocoran sebelumnya yang dihimpun ulang, lalu diedarkan kembali.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia BSSN Sulistyo mengatakan timnya langsung menganalisis informasi tersebut setelah beredar. Ia menegaskan, BSSN tetap menindaklanjuti kasus ini meski data yang beredar dinilai berasal dari insiden lama.

BSSN berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta aparat penegak hukum untuk menelusuri sumber dan jalur penyebaran data. Sulistyo mengingatkan bahwa data lama yang kembali beredar tetap berisiko disalahgunakan, terutama jika diperjualbelikan.

Dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid sebelumnya mencuat setelah sebuah akun Instagram mengklaim menemukan sejumlah data milik sang menteri. Akun itu menyebut data tersebut mencakup foto KTP, informasi keluarga, dan kata sandi, tetapi tidak menjelaskan secara spesifik platform tempat data itu ditemukan.

Dirjen Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar sebelumnya juga menyebut data yang ramai dibicarakan merupakan data lama yang kembali beredar. Komdigi menyatakan berkoordinasi dengan kepolisian terkait situs yang diduga memperjualbelikan data pribadi dan menindaklanjuti situs yang melanggar ketentuan, termasuk dengan pemblokiran akses.

BSSN meminta masyarakat tidak menyebarkan tangkapan layar, unggahan, maupun potongan data pribadi milik orang lain, termasuk pejabat publik.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.