bytedaily
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:25 WIB

Bulan Menjauh 3,8 cm per Tahun dari Bumi, Penjelasan Ahli Astronomi

Redaksi 17 September 2026 14 views
Bulan Menjauh 3,8 cm per Tahun dari Bumi, Penjelasan Ahli Astronomi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Bulan secara perlahan menjauh dari Bumi dengan kecepatan kira-kira 3,8 sentimeter per tahun, sebuah fenomena yang merupakan hasil interaksi gravitasi jangka panjang antara kedua benda langit.

Profesor Riset Astronomi‑Astrofisika di Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa gaya tarik‑tarik gravitasi antara Bumi dan Bulan memengaruhi rotasi Bumi serta orbit Bulan. Karena pengaruh tersebut, jarak rata‑rata antara keduanya, yang sekitar 384.000 kilometer, bertambah sekitar 3,8 cm tiap tahunnya.

Menurut Thomas, gaya gravitasi Bumi menimbulkan pasang surut pada Bulan, memperlambat rotasinya sehingga periode rotasinya terkunci pada 27,3 hari, selaras dengan periode revolusinya. Sebaliknya, gaya pasang surut yang ditimbulkan Bulan pada Bumi secara bertahap mengurangi kecepatan rotasi Bumi, sehingga panjang hari bumi perlahan bertambah.

Ia menambahkan bahwa dalam rentang waktu 200 juta tahun, rotasi Bumi diperkirakan melambat satu jam, menjadikan satu hari di Bumi berukuran sekitar 25 jam.

Dosen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menegaskan bahwa variasi jarak tersebut juga dipengaruhi oleh bentuk elips orbit Bulan. Selama satu revolusi, Bulan mengalami titik terdekat (perigee) dan titik terjauh (apogee), sehingga jarak antara Bulan dan Bumi tidak konstan.

Interaksi gravitasi tersebut menyebabkan air laut di Bumi tertarik, menciptakan pasang surut. Ketika Bumi berputar lebih cepat daripada pergerakan Bulan, energi momentum sudut dari pasang surut tersebut berpindah ke Bulan, mendorongnya menjauh sedikit demi sedikit setiap tahun.

Sonni menekankan bahwa proses pemisahan ini bersifat alami dan tidak menimbulkan ancaman dalam skala waktu manusia, mengingat perubahan 3,8 cm per tahun terlalu kecil untuk dirasakan secara langsung.

Walaupun Bulan tetap berperan penting dalam menghasilkan pasang surut yang memengaruhi kegiatan pesisir, termasuk nelayan, fenomena pemisahan jarak tidak menimbulkan perubahan baru pada pola pasang surut karena proses tersebut telah berlangsung sejak lama akibat interaksi gravitasi antara Bumi, Bulan, dan Matahari.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.