bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Canon EOS R50 V dan Sony ZV-E10 II merupakan kamera mirrorless ber sensor APS-C yang banyak dibandingkan oleh kreator konten di Indonesia. Keduanya memiliki pendekatan desain berbeda, sehingga pilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan dan dukungan layanan purna jual.
Canon EOS R50 V dirancang untuk mendukung produksi konten vertikal. Kamera ini memiliki dudukan tripod vertikal terintegrasi, antarmuka yang menyesuaikan orientasi saat kamera diposisikan tegak, serta tombol rekam di bagian depan bodi untuk memudahkan pengoperasian mandiri.
Sementara itu, Sony ZV-E10 II dilengkapi Product Showcase Setting untuk memprioritaskan fokus pada objek dekat dan tombol khusus untuk memburamkan latar. Layarnya dapat diputar ke samping agar pengguna lebih mudah merekam diri sendiri. Kamera ini mendukung orientasi vertikal melalui pengaturan layar, tetapi tidak memiliki dudukan tripod vertikal terintegrasi seperti EOS R50 V.
Kedua kamera menggunakan sensor APS-C dan tidak dibekali stabilisasi gambar di dalam bodi. Keduanya mengandalkan stabilisasi pada lensa atau pemrosesan digital. EOS R50 V menggunakan Dual Pixel CMOS AF II yang mencakup hingga 100 persen bidang gambar serta dapat mengenali manusia, hewan, dan kendaraan. Sistem autofocus ZV-E10 II memiliki 759 titik dan mendukung pengenalan manusia serta hewan.
EOS R50 V juga menyediakan 14 filter warna bawaan yang dapat digunakan saat merekam. Dari sisi harga, kamera ini dipasarkan Rp12.300.000 untuk versi body only, sekitar Rp3 juta lebih murah daripada ZV-E10 II. Selisih harga tersebut dapat dialokasikan untuk membeli lensa atau melengkapi kebutuhan pencahayaan.
Untuk siaran langsung, ZV-E10 II mendukung protokol RTMP dan SRT yang umumnya digunakan untuk menyiarkan konten ke server sendiri atau melalui konfigurasi khusus. EOS R50 V menawarkan penggunaan yang lebih praktis bagi kreator yang melakukan siaran ke platform umum melalui laptop, dengan satu kabel USB-C yang dapat memasok daya tanpa capture card atau dummy battery.
Canon EOS R50 V dipasarkan melalui PT Datascrip, distributor tunggal produk pencitraan digital Canon di Indonesia, termasuk lewat Official Store Canon Indonesia di Shopee. Layanan purna jual Canon tersedia di berbagai kota dan dilengkapi pelacakan status servis. Unit dari kanal resmi mendapat garansi dua tahun untuk kamera dan lensa.
Layanan purna jual Sony ditangani Sony Indonesia bersama mitra resmi yang ditunjuk. Sony juga memiliki program khusus bagi pengguna lini kamera profesionalnya, sementara jaringan layanannya disebut lebih terpusat di kota-kota besar.