bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, erupsi Gunung Anak Krakatau yang dimulai pada Jumat, 4 September, telah menebarkan abu vulkanik ke berbagai wilayah di Indonesia. Partikel abu tersebut dapat terbawa angin hingga jarak puluhan bahkan ratusan kilometer.
Menurut data BMKG, pada Senin, 7 September, abu vulkanik telah meluas ke arah Jakarta, Lampung, dan Jawa Barat. BMKG menyediakan pembaruan sebaran abu secara rutin melalui kanal resmi seperti Instagram, Twitter, TikTok, dan YouTube.
Hingga pukul 07.00 WIB pada hari yang sama, BMKG mencatat keberadaan debu vulkanik dari permukaan hingga ketinggian 15.000 kaki, mengarah ke tenggara‑barat laut dan mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, serta perairan Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu. Sementara pada ketinggian hingga 50.000 kaki, sebaran bergerak ke arah barat‑daya‑barat, meliputi Samudra Hindia di sebelah barat‑barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten, menjauh dari wilayah daratan Indonesia.
Selain memantau akun resmi BMKG, masyarakat dapat memeriksa sebaran abu melalui situs abu.cikoytew.my.id yang dikembangkan oleh warganet Tri Purnomo Aji. Situs tersebut menampilkan status gunung berstatus Siaga serta arah pergerakan abu dalam format yang mudah dipahami.
Tri Purnomo Aji menjelaskan lewat akun Threads‑nya bahwa situs tersebut memungkinkan pengguna untuk mengetahui gunung mana yang sedang siaga, arah pergerakan abu, serta apakah kota tempat tinggal mereka akan terpapar abu dalam kurun waktu 18 jam ke depan, tanpa perlu mengunduh aplikasi apa pun.
Aji menegaskan bahwa data yang ditampilkan di situs diambil langsung dari lembaga resmi yang memantau abu vulkanik, termasuk data yang dipergunakan maskapai penerbangan untuk merencanakan rute penerbangan demi keselamatan.