bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kesehatan baterai iPhone menunjukkan kapasitas baterai saat ini dibandingkan dengan kondisinya ketika masih baru. Indikator ini juga berkaitan dengan ketahanan perangkat dalam sekali pengisian daya dan kinerja iPhone.
Mengutip Miami Centers, kesehatan baterai dapat menurun akibat suhu tinggi, siklus pengisian daya yang sering, serta aplikasi yang berjalan dalam waktu lama. Usia dan cara penggunaan baterai turut memengaruhi kapasitasnya.
Untuk menjaga efisiensi baterai, pengguna disarankan mengisi daya sesuai kebutuhan, tidak harus selalu hingga 100 persen setiap hari, serta mengaktifkan fitur batas pengisian daya.
Menurut Apple Support, pengguna dapat memeriksa informasi baterai melalui opsi Battery. Di sana, iPhone menampilkan waktu terakhir baterai terisi penuh dan dilepas dari pengisi daya. Saat perangkat diisi, pengguna juga dapat melihat perkiraan waktu untuk mencapai kapasitas 80 persen dan 100 persen.
Opsi Daily Usage Graph menyajikan penggunaan baterai harian sepanjang delapan hari. Di atas grafik tersebut, iPhone juga dapat menampilkan kondisi atau pola penggunaan yang berpengaruh terhadap masa pakai baterai, disertai saran untuk mengurangi konsumsi energi. Pengguna dapat memilih saran untuk membuka pengaturan yang berkaitan.
Indikator Maximum Capacity menunjukkan kapasitas baterai saat ini dibandingkan dengan kondisi ketika perangkat masih baru, yang berada di angka 100 persen. Apple merekomendasikan penggantian baterai jika kapasitas maksimum turun di bawah 80 persen.
Pengguna juga dapat memeriksa Peak Performance Capability untuk mengetahui apakah baterai masih mampu mendukung kinerja iPhone secara maksimal. Jika baterai telah aus, sistem dapat menerapkan manajemen kinerja guna mencegah perangkat mati mendadak. Status pada bagian tersebut akan memberi informasi terkait kondisi itu.