bytedaily
Senin, 19 Oktober 2026 - 07:16 WIB

Cara Memeriksa Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Lewat HP

Redaksi 07 September 2026 14 views
Cara Memeriksa Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Lewat HP
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Menurut informasi dari cnnindonesia.com, erupsi Gunung Anak Krakatau yang dimulai pada Jumat, 4 September, menyebabkan abu vulkanik tersebar ke beberapa wilayah di Indonesia, bahkan dapat terbawa angin hingga jarak ratusan kilometer.

Data terbaru menunjukkan bahwa pada Senin, 7 September, abu tersebut telah mencapai daerah Jakarta, Lampung, serta sebagian Jawa Barat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara rutin mengumumkan perkembangan sebaran abu melalui platform media sosialnya, termasuk Instagram, Twitter, TikTok, dan YouTube.

BMKG melaporkan bahwa pada pukul 07.00 WIB Senin, 7 September, abu vulkanik masih terdeteksi pada ketinggian hingga 15.000 kaki, menyebar ke arah tenggara‑barat laut dan mencakup wilayah Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, serta perairan Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten. Pada ketinggian hingga 50.000 kaki, sebaran bergerak ke arah barat daya‑barat, mencakup Samudra Hindia di sebelah barat‑barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten, menjauh dari wilayah daratan Indonesia.

Selain memantau akun resmi BMKG, masyarakat dapat memeriksa sebaran abu melalui situs abu.cikoytew.my.id yang dikembangkan oleh warganet Tri Purnomo Aji. Situs tersebut menampilkan status gunung berstatus Siaga serta arah pergerakan abu dalam format yang mudah dipahami.

Tri Purnomo Aji menjelaskan lewat akun Threads‑nya bahwa situs tersebut memungkinkan pengguna untuk mengetahui gunung yang sedang siaga, arah pergerakan abu, serta perkiraan apakah kota tempat tinggal mereka akan terkena abu dalam 18 jam ke depan, tanpa perlu mengunduh aplikasi apa pun.

Aji menegaskan bahwa data yang ditampilkan di situsnya diambil langsung dari lembaga resmi yang memantau abu vulkanik, data yang juga dipakai maskapai penerbangan untuk menentukan rute pesawat demi keselamatan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.