bytedaily
Senin, 06 Juli 2026 - 04:44 WIB

Cedera Hentikan Langkah Matteo Berrettini di French Open, Matteo Arnaldi Melaju ke Semifinal

Redaksi 04 Juni 2026 11 views
Cedera Hentikan Langkah Matteo Berrettini di French Open, Matteo Arnaldi Melaju ke Semifinal
Ilustrasi visual (Sumber: sports.yahoo.com)

bytedaily - Dilansir dari sports.yahoo.com, harapan Matteo Berrettini untuk melaju lebih jauh di French Open harus pupus akibat cedera. Kondisi ini sekaligus memastikan Matteo Arnaldi melangkah ke babak semifinal dan akan berhadapan dengan sesama petenis Italia, Flavio Cobolli.

Berrettini, yang merupakan satu-satunya pemain di paruh atas yang pernah mencapai final Grand Slam setelah kalah dari Novak Djokovic di Wimbledon 2021, terpaksa menghentikan pertandingannya di set kedua saat tertinggal 7-5, 5-2 dari kompatriotnya. Masalah pada kaki kirinya memaksa ia untuk mundur dari pertandingan.

Hasil ini menciptakan salah satu semifinal Grand Slam paling tak terduga dalam beberapa waktu terakhir. Arnaldi, yang kini menempati peringkat 104 dunia, akan menghadapi Cobolli. Keduanya merupakan petenis Italia yang berhasil menembus babak empat besar.

Sebelum turnamen, finalist asal Italia tampak sangat mungkin terjadi mengingat peringkat satu dunia Jannik Sinner yang tampil dominan. Namun, Sinner harus tersingkir di babak kedua. Di sisi lain, kemenangan Cobolli atas unggulan keempat Felix Auger-Aliassime memastikan akan ada wakil Italia di final, sekaligus mencatatkan semifinal putra seluruhnya Italia pertama dalam sejarah Grand Slam.

Cobolli, yang merupakan unggulan kesepuluh, sebelumnya memiliki rekor kemenangan 2-0 atas Auger-Aliassime dalam dua pertemuan mereka. Namun, ia belum pernah mengalahkan pemain top-10 dalam pertandingan lima set. Meski sempat tertinggal satu set dan satu break, Cobolli berhasil bangkit dan memenangkan empat gim beruntun untuk mengamankan kemenangan.

Petenis berusia 24 tahun itu menunjukkan performa yang solid di bawah tekanan, berhasil menyelamatkan delapan dari sebelas poin break yang dihadapinya. Cobolli merasa permainannya membaik setelah atap stadion ditutup usai set pertama, yang menurutnya sangat dipengaruhi oleh angin kencang.

Arnaldi sendiri harus menghabiskan waktu 17 jam 42 menit di lapangan sebelum mencapai perempat final, hampir dua jam lebih lama dari rekor sebelumnya untuk waktu tempuh mencapai delapan besar di Grand Slam. Ia sempat tertinggal di awal pertandingan namun berhasil bangkit. Tanda-tanda cedera Berrettini mulai terlihat saat ia mengambil jeda medis di gim ketiga set kedua.

Dalam pernyataannya, Arnaldi mengungkapkan rasa prihatinnya atas cedera yang dialami Berrettini. "Kami berdua bermain banyak, jadi wajar jika tidak dalam kondisi terbaik, tetapi Anda tidak pernah berharap seseorang mengakhiri turnamen seperti ini," ujar Arnaldi. "Dia menjalani turnamen yang luar biasa. Kami melakukan pekerjaan yang sangat baik di Italia. Saya turut prihatin untuknya dan berharap dia segera pulih karena sebentar lagi adalah musim rumput, dan dia akan sangat sulit dikalahkan."


Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi sports.yahoo.com.