bytedaily - Dilansir dari techcrunch.com, perusahaan pembuat chip kecerdasan buatan (AI), Cerebras Systems, mengumumkan kesiapannya untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO) dengan menargetkan penjualan 28 juta saham pada kisaran harga $115 hingga $125 per saham. Jika target tertinggi tercapai, aksi korporasi ini berpotensi meraup dana sebesar $3,5 miliar dan memberikan valuasi pasar sebesar $26,6 miliar.
Jumlah tersebut merupakan peningkatan signifikan bagi investor yang baru saja menanamkan modal senilai $1 miliar dalam putaran pendanaan Seri H pada Februari lalu dengan valuasi $23 miliar. IPO ini juga diprediksi akan menguntungkan OpenAI dan beberapa eksekutifnya.
Apabila Cerebras berhasil meluncurkan IPO dengan harga mendekati atau melampaui target tertinggi, ini akan menjadi IPO teknologi terbesar di tahun 2026. Keberhasilan ini juga dapat memicu minat terhadap penawaran besar lainnya yang sedang menunggu, seperti SpaceX, dan kemungkinan OpenAI serta Anthropic.
Cerebras menawarkan chip khusus AI bernama Wafer-Scale Engine 3 yang menjadi pesaing chip AI berbasis GPU. Perusahaan mengklaim chipnya lebih cepat dalam melakukan inferensi (proses komputasi untuk merespons permintaan pengguna) sekaligus mengonsumsi daya lebih sedikit dibandingkan kompetitornya.
Sejumlah investor ternama diprediksi akan mendapatkan keuntungan dari IPO yang sehat ini. Rick Gerson's Alpha Wave, Benchmark (melalui mitra Eric Vishria), Lior Susan's Eclipse, Fidelity, dan Foundation Capital (melalui mitra Steve Vassallo) merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan lebih dari 5%, menurut pengajuan SEC perusahaan.
Selain itu, daftar investor Cerebras juga mencakup 1789 Capital, Abu Dhabi Growth Fund, G42 dari Abu Dhabi, Altimeter, AMD, Atreides Management, Coatue, Moore Strategic Ventures, Tiger Global, Valor Equity Partners, dan VY Capital. Perusahaan juga mencantumkan sejumlah angel investor di situs webnya, termasuk pendiri dan CEO OpenAI Sam Altman, presiden OpenAI Greg Brockman, mantan ilmuwan kepala OpenAI Ilya Sutskever, anggota dewan OpenAI dan CEO Quora Adam D’Angelo, salah satu pendiri Sun Microsystems dan Arista Andy Bechtolsheim, serta CEO Intel Lip-Bu Tan.
Meskipun saham Sam Altman tidak cukup besar untuk diungkapkan dalam pengajuan SEC, namanya dikutip dalam dokumen S-1. Hubungan Cerebras dengan OpenAI menjadi sorotan utama, bahkan sempat diangkat dalam gugatan hukum Elon Musk terhadap OpenAI. Terdapat indikasi bahwa OpenAI pernah mempertimbangkan akuisisi Cerebras, namun kesepakatan tersebut tidak terwujud.
Meskipun demikian, OpenAI menjadi salah satu pelanggan terbesar Cerebras. Pada bulan Desember, OpenAI memberikan pinjaman sebesar $1 miliar kepada Cerebras, yang dijamin dengan waran yang memungkinkan OpenAI untuk membeli lebih dari 33 juta saham. Hal ini menunjukkan potensi OpenAI untuk menjadi pemegang saham signifikan di masa depan.
Cerebras sebelumnya berencana untuk go public pada tahun 2024, namun tertunda akibat tinjauan federal terhadap investasi dari penyedia layanan cloud G42 yang berbasis di Abu Dhabi. Upaya IPO tersebut akhirnya dibatalkan. Setahun kemudian, Cerebras berhasil menggalang dana sebesar $1,1 miliar dengan valuasi pasca-pendanaan $8,1 miliar yang dipimpin oleh Fidelity dan Atreides. Beberapa bulan kemudian, Cerebras menandatangani perjanjian multi-tahun senilai lebih dari $10 miliar dengan OpenAI, termasuk pinjaman dan waran tersebut.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi techcrunch.com.